WR 1 IAI Al-Qodiri Menjadi Narasumber Literasi Digital Kemkominfo di Kabupaten Jember

Jember, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan program Literasi Digital Nasional. Program ini merupakan tindak lanjut mengenai percepatan transformasi digital nasional, khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital. Kementerian Kominfo menargetkan 50 juta masyarakat Indonesia memiliki literasi digital pada 2024. Tahun 2021, Kementerian Kominfo menggelar program literasi digital melalui 20.000 pelatihan di seluruh Indonesia. Targetnya, ke depannya program literasi digital dapat menjangkau 12,4 juta peserta pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi setiap tahunnya.

Wakil Rektor 1 IAI Al-Qodiri Melakukan Salam Literasi bersama Para Narasumber

Dalam kagiatan yang digelar di Kabupaten Jember pada 05 Oktober 2021, Wakil Rektor I IAI Al-Qodiri Jember diberikan kesempatan sebagai narasumber yang berbicara tentang budaya literasi khusunya literasi digital bagi pendidik dan anak didik di era digital.

Adanya pandemi Covid-19 dan pesatnya teknologi telah mengubah cara masyarakat beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat semakin mempertegas wawasan terhadap teknologi.

“Untuk menghadapi era disrupsi tersebut, masyarakat harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda informasi digital Indonesia. Salah satu cara dalam mendukung terwujudnya agenda transformasi digital ini adalah menciptakan masyarakat digital. Karena kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya,” tegas Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I

Suasana Kegiatan Menggunakan Zoom

Kita harus mempersiapkan SDM dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini. Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik. Kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat digital Indonesia. Bersama kita dapat melalui pandemi dengan menjadi lebih baik dari masalah sebelumnya.

Dunia pendidikan menjadi sektor yang sangat terdampak di masa pandemi ini. Orangtua, siswa dan guru merupakan segitiga emas yang harus beradaptasi dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik luring maupun daring. Kondisi tersebut mau tidak mau mendorong segitiga emas ini beradaptasi dengan teknologi,” papar WR 1.

Maka untuk menghadapi hal tersebut, guru maupun orang tua perlu memiliki satu pemahaman literasi digital. Karena dekatnya anak-anak dengan media sosial rentan terhadap pengaruh negatif. Kemudian dengan pemahaman literasi digital juga bisa mencegah terjadinya cyber bullying atau phising atau penipuan dengan berkedok iming-iming di dunia digital, tegasnya. (Sr)