Mahasiswi PAI IAI Al-Qodiri Juara Nasional Olimpiade 3 Bahasa

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qodiri Jember sukses mengharumkan nama kampus dikancah nasional dengan menjadi juara favorit pada ajang Olimpiade Tiga Bahasa 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh fakultas tarbiyah IAIN Kediri dengan mengusung tema “Membangun Eksistensi dan Diplomasi Beretika Melalui Bahasa”. Pelaksanaanya dimulai dari tanggal 5 – 22 Juli 2021 melalui Online & Offline.

Para peserta kompetisi berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama. Tercatat peserta olimpiade 3 bahasa ini berasal dari Universitas Negeri Semarang, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN KHAS Jember, IAIN Kediri, UIN STS Jambi, UIN Ar-Raniri, IAIN Palopo, IAIN Pare-pare, STAIN SAR, IAIN Langsa dan lain-lain.

“Awalnya saya pesimis, sebab olimpiade ini merupakan olimpiade bahasa pertama yang saya ikuti. Apalagi saingannya berat-berat, dan mayoritas berasal dari mahasiswa prodi yang memang konsennya memang dibahasa. Alhamdulillah dengan dukungan dari dosen, teman-teman mahasiswa, pondok Al-Qodiri serta restu orang tua, akhirnya saya bisa menjadi juara favorit pada ajang olimpiade pertama ini,”. Ujar Dewi Sinta

“Jenis lomba News Reading Competition yang saya ikuti, dengan mengusung tema Education Sector During Covid-19 Pandemic,” tambahnya.

Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Ahmad Rosidi, M.Pd mengatakan, beliau sangat mengapresiasi keberhasilan mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang telah berhasil meraih juara olimpiade tingkat nasional ini. “Ke depan kami akan terus mensuport bagi adik-adik mahasiswa yang ingin mengikuti kejuaraan-kejuaraan semacamnya,” ujar Dekan yang sangat produktif baik dalam karya ilmiah maupun inovasi bisnis.

Wakil Rektor 3 menyampaikan, “semenjak mahasiswa ini mendapat informasi tentang lomba sains dan mengikutinya, saya terus memberikan mereka semangat dan motivasi agar yakin bahwa mereka bisa. Ketika mengikuti lomba kita harus tenang dan fokus, makanya saya tekankan kepada mahasiswa agar tanang dan fokus ketika tampil di depan kamera, dan alhamdulillah mereka berhasil.” Dr. Nurul Anam, M.Pd. (Sr/Ar)