IAI Al-Qodiri Jember mengadakan Workshop Peningkatan Kompetensi  Guru PAUD se-Kabupaten Jember

Jember – IAI Al-Qodiri Jember mengadakan Workshop Peningkatan Kompetensi  Guru PAUD se-Kabupaten Jember (21/07/2022).

Bapak Syaiful Rizal., M.Pd selaku dosen Sekaligus mantan kaprodi PIAUD IAI Al-Qodiri Jember menyatakan bahwa, “Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai mediator kepada peserta didik haruslah seorang yang berkarakter, memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, berdaya saing, dan adaftif dalam menghadapi perubahan di era global”.

Guru PAUD  merupakan salah satu program prioritas pembangunan pendidikan di Indonesia. Keberhasilan PAUD tidak terlepas dari peran GTK PAUD sesuai perannya dalam membimbing, mengasuh, merawat, mendidik dan melindungi anak dalam upaya memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Yasmien Hamsiyah., M.Pd selaku ketua IGRA Kabupaten Bondowoso menjelaskan bahwa Guru PAUD adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan  proses  pembelajaran,  dan  menilai  hasil  pembelajaran, serta  melakukan  pembimbingan,  pengasuhan, perawatan, dan  perlindungan  anak didik. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Guru PAUD harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan sesuai dengan Permendikbud No. 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD. Pada bab VII pasal 24 disebutkan bahwa pendidik anak usia dini terdiri dari guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda.

Luluk Mukaromah., M.Pd selaku Kaprodi PIAUD IAI Al-Qodiri Jember menjelaskan bahwa, Kondisi nyata menunjukkan bahwa Guru PAUD, terutama pada jalur pendidikan nonformal memiliki variasi yang beragam secara kualifikasi maupun kompetensi. Masih ditemukan Guru yang berpendidikan dasar (SD atau SMP), namun demikian banyak pula pendidik yang memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA atau SMK) dan sedikit sekali yang berpendidikan diploma dan sarjana, meskipun tidak relevan/sesuai dengan bidang pendidikan anak usia dini.

Di sisi lain, banyak Guru PAUD yang menjalankan tugasnya  melebihi  kewenangan  yang  seharusnya. Tidak  jarang  kita  menemukan  guru  PAUD  yang  hanya  tamatan  SMP sudah berperan menjadi guru inti di lembaga PAUD tersebut. Atas dasar kondisi tersebut, diperlukan suatu upaya agar semua Guru pada jenjang pendidikan anak usia dini dengan kewenangan yang diembannya sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi seharusnya.

Untuk mewujudkan peningkatan kompetensi yang tinggi, diperlukan kolaborasi efektif dari berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dapat dimanifestasikan ke dalam program-program peningkatan kompetensi yang dinilai strategis dalam meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan Guru PAUD. (Sr)