SEKILAS INFO
19-07-2024
  • 3 tahun yang lalu / Diberitaukan kepada seluruh mahasiswa IAI Al-Qodiri Untuk Melengkapi Biodata Mahasiswa di SIAKAD terutama Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • 3 tahun yang lalu / Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023-2024 akan dibuka Mulai Bulan Januari 2024
8
Sep 2021
0
Olahraga Indonesia ketika Pandemi Covid-19

Oleh : Syaiful Rizal, S.Pd.I., M.Pd

Kamis, 9 September 2021, Indonesia memeringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-38. Hal ini selaras dengan penetapan secara resmi oleh pemerintah atau diperingati pertama kali pada 9 September 1983. Dan jika dihitung dari tanggal diresmikannya, berarti Haornas tahun ini merupakan Haornas ke-38 sepanjang sejarah. Tujuan peringatan ini adalah dalam rangka peningkatan, pembinaan, dan perkembangan olahraga, serta untuk meningkatkan rasa sportivitas di tanah air.

Tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional dan Haornas ini bukan merupakan hari libur tanggal merah tetapi terdapat kesan dan pesan yang perlu digelorakan kepada semua halayak umum. Apalagi untuk mengharumkan atau menjadi pahlawan untuk Negara pada masa kemerdekaan tidak lagi berhadapan langsung dengan penjajah, melainkan dengan menjadi jawara pada ajang-ajang internasional terutama pada dunia olahraga.

Sejarah Haornas

Peringatan Haornas ditetapkan Presiden Kedua RI Soeharto pada 9 September 1983 ketika meresmikan pemugaran Stadion Sriwedari di Surakarta. Selain bertepatan dengan pemugaran stadion pertama yang dibangun bangsa Indonesia, pemilihan tanggal 9 September juga dimaksudkan untuk mengenang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-1. Penyelenggaraan PON terjadi bukan tampa sebab, penyebabnya adalah terjadinya kesulitan yang dialami atlet Indonesia untuk mengikuti olimpiade internasional.

Pada 1948, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) ingin mempersiapkan atlet Indonesia untuk mengikuti ajang Olimpiade Musim Panas XIV di London. Namun, karena status PORI saat itu belum menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC) maka atlet Indonesia menghadapi kendala untuk berangkat. Selain itu, status Indonesia sebagai sebuah negara dalam dunia Internasional juga belum jelas karena pengaruh Belanda. Paspor atlet Indonesia tidak diakui oleh Inggris. Sedangkan, atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda. Berbagai upaya pendekatan dilakukan Indonesia kepada Inggris, namun hasilnya nihil.

Gagal bergabung dengan olimpiade tidak membuat PORI patah arang. Mereka kemudian ingin menghidupkan acara olahraga bertaraf nasional yang diikuti berbagai provinsi di Indonesia. Akhirnya, Kota Surakarta terpilih menjadi tempat penyelenggara perhelatan olahraga nasional tersebut. Pada saat itu, penyelenggaraan PON menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan dana dan juga waktu persiapan yang mepet, hanya satu setengah bulan. Tidak hanya itu, tantangan juga datang dari pihak kolonial Belanda yang saat itu masih menjaga pos-pos penting di Indonesia. Setelah melalui berbagai tantangan itu, akhirnya pada 9 September 1948 di Stadion Sriwedari, PON pertama berhasil digelar. Presiden Pertama RI Soekarno membuka acara itu sekaligus menandai salah satu momentum bersejarah bagi dunia olahraga Indonesia.

PON pertama tersebut diikuti lebih kurang 600 atlet yang turun ke sembilan cabang olahraga. Kala itu, Karesidenan Surakarta keluar sebagai juara dengan raihan 36 medali. Kini, ajang olahraga yang melibatkan atlet terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia itu diadakan secara rutin setiap empat tahun sekali. Penyelenggaraan PON yang ke 20 dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 – 15 Oktober 2021 di Provinsi Papua.

Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo diselenggarakan tanggal 27 Juli – 8 Agustus 2021. Awalnya Olimpiade dijadwalkan 24 Juli – 9 Agustus 2020. Namun, karena pandemi corona pemerintah Jepang minta ditunda sampai taun 2021. Lewat perdebatan keras di antara anggota International Olympic Commitee (IOC), tanggal 24 Maret 2020, lewat pemanggilan, konferensi, yang dilakukan antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden TGOC Seiko Hashimoto Yoshiro Mori, Olimpiade Tokyo 2020 ditunda hingga 2021.

Peresmian yang diberi motto “Unity In Diversity”  dan IOC menetapkan Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas ke-32, sekaligus penyelenggara kedua kalinya Olimpiade.Tahun 1964 Jepang menjadi penyelenggara Olimpiade ke-18, tanggal 10 Oktober – 24 Oktober 1964. Diikuti 5.151 atlet (4.473 putra dan 678 putri), dengan 163 cabang olah raga.

Dikutip dari databoks.katadata.co.id yang bersumber dari Olympics Tokyo 2020 Indonesia menjadi negara terbaik kedua di Asia Tenggara dalam pencapaian medali di Olimpiade Tokyo 2020. Tercatat, para atlet Indonesia berhasil mengumpulkan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu di ajang olahraga internasional tersebut. Sementara itu, Filipina tercatat paling unggul di Asia Tenggara. Negara tersebut berhasil memenangkan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Kemudian disusul Thailand dengan capaian 1 emas dan 1 perunggu. Sedangkan, Malaysia mengumpulkan 1 perak dan 1 perunggu. Secara keseluruhan, Filipina dan Indonesia masing-masing ada diperingkat 50 dan 55 di dunia. Thailand dan Malaysia masing-masing di peringkat ke 59 dan 74.

Adapun sumbangan medali untuk kontingen Indonesia diberikan oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu (emas) dan Anthony Ginting (perunggu) dalam cabang olahraga bulu tangkis. Kemudian, Eko Yuli Irawan (perak), Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin Abdullah (masing-masing perak) dalam cabang olahraga angkat besi.

Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Indonesia berada pada urutan ke 43 klasemen akhir Paralimpiade Tokyo. Atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Paralimpiade Tokyo menghasilkan 2 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Torehan ini melebihi target yang ditetapkan sebelumnya di pesta olahraga atlet disabilitas ini, yakni satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Medali-medali tersebut diberikan oleh Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dari para-badminton di nomor ganda putri SL3-SU5 dan Leani Ratri Oktila/Hary Susanto dari para-badminton nomor ganda campuran SL3-SU5 yang menyumbang medali emas. Leani Ratri Oktila dari para-badminton nomor tunggal putri SL4, Dheva Anrimusthi dari para-badminton nomor tunggal putra Standing Upper 5 dan Ni Nengah Widiasih dari para-powerlifting kelas 41 kg putri menyumbang medali perak.

Sementara medali perunggu disumbangkan oleh Suryo Nugroho dari para-badminton tunggal putra Standing Upper 5, David Jacobs dari para-tenis meja kelas 10, Saptoyogo Purnomo dari para-atletik nomor lari 100 meter T37 putra dan Fredy Setiawan dari para-badminton nomor tunggal putra SL4.

Pebulu tangkis Leani Ratri Oktila menjadi penyumbang medali terbanyak. Leani sukses menyumbangkan tiga medali sekaligus. Artinya, raihan tersebut merupakan sepertiga medali yang diraih oleh Indonesia. Pasalnya, total kontingen Indonesia baru meraih sembilan medali. Dua medali emas Indonesia di Paralimpiade Tokyo tercatat atas nama Leani. Satu lewat nomor ganda putri, lalu ganda campuran. Selain itu, Leani juga menyumbangkan satu medali perak. Medali tambahan itu dia dapat melalui nomor tunggal putri.

 

 

    Alamat

    IAI AL-QODIRI JEMBER

    NPSN : -

    Jl. Manggar No.139A, Gebang Poreng, Gebang, Kec. Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68117
    KEC. Patrang
    KAB. Jember
    PROV. Jawa Timur
    KODE POS 68111