Audiensi Mahasiswa IAI Al-Qodiri Jember dengan Direktoral Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim.

Surabaya, (8/09/21) Wakil Presiden Mahasiswa IAI Al-Qodiri Jember yang sekaligus menjadi Sekretaris Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia yang bernama Tutur Duha Ahmari didampingi oleh menteri luar negeri DEMA IAI Al-Qodiri Jember yakni Nur Muhammad Said melakukan audiensi dengan Direktoral Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim.

Mereka ditemui langsung oleh Bapak Yuda Gustawan selaku Dirintelkam Polda Jatim. Dalam audiensinya Bapak Yuda mengulas terkait situasi masyarakat pada masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia khususnya. Dampak negatif dari pandemi menyebabkan sebagian masyarakat terpaksa harus kehilangan banyak hal pada aspek kehidupan. Kejadian yang paling berdampak bagi masyarakat salah satunya yakni pada aspek ekonomi, dimana pada aspek ini bersangkutan dengan dunia kerja.

Suasana audiensi mahasiswa dengan Bpk Yuda Gustawan Dirintelkam Polda Jatim

Bapak Yuda mengatakan, dampak tersebut secara langsung mempengaruhi pada peningkatan angka kriminal atau tindak kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Terhitung semenjak awal pandemi sampai sakarang, terdapat berbagai macam modus kejahatan yang kerap digunakan dan ditemukan oleh kami.

Lebih lanjut Bapak Yuda mengungkapkan, fakta dilapangan yang terjadi bukan hanya kejahatan secara fisik yang meningkat, Cybercrime yang merupakan kejahatan dengan memanfaatkan secara ilegal teknologi sistem informasi jaringan komputer menjadi salah satu jenis kejahatan yang mengalami peningkatan cukup tinggi. Modusnya kian hari kian beragam, seperti oknum yang meminta sumbangan dengan mengatasnamakan korban pandemi, pencurian data dan pembobolan rekening. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kami dan harus diwaspadai secara bersama, mengingat tindak kejahatan ini tidak memandang bulu.

Cybercrime yang memiliki sifat baik dari pelaku maupun korbannya sama-sama invisible atau tidak terlihat. Hal ini yang membuat jenis Cybercrime ini punya kompleksitas sendiri. Pelakunyapun jarang individu, lebih banyak berkelompok. Mulai dari kelompok yang geologis ataupun kelompok yang berbisnis secara illegal. Ungkapnya

Sebelum mengakhiri sesi diskusi selama audience, Bapak Yuda Gustawan menyatakan, “Kami siap terjun ke kampus-kampus untuk membantu dalam penanganan kasus Cybercrime seperti penipuan media social dan lain sebagainya”.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan audiensi yang dilakukan oleh kami, Bapak Yuda Gustawan akan hadir ke kampus IAI Al-Qodiri Jember pada acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru IAI Al-Qodiri Jember, ungkap Dhuha. (Tda/Sr)